[musik] Dunia bergerak ke arah digital. Ekonomi pun ikut bertransformasi. Saatnya Anda ikuti acara ekonomi digital [musik] bersama program 1 RRI Madiun. Selamat sore pendengar program 1 Radio Republik Indonesia Madiun. Kanal informasi dan inspirasi. Mengawali Madiun sore ini pendengar dialog ekonomi digital untuk edisi hari ini, Jumat 18 September 2026 kembali hadir menemani ruang dengar Anda. Di mana pembahasan pada sore hari ini adalah berkaitan dengan ekonomi digital era AI, transformasi akuntansi dan pengelolaan keuangan. Anda bisa menyimak dialog kami dan juga bertanya di line interaktif kami di WhatsApp 08113669907. telepon kami di 0351459198 atau tentunya juga bisa bergabung dengan kami di YouTube kami RRI Madiun. Anda bisa bertanya langsung di live chat YouTube kami di mana nanti akan kami teruskan dengan narasumber kami di sore hari ini untuk mendapatkan jawabannya. Dan tentunya pada sore hari ini Nindi tidak sendirian karena sudah bergabung di studio Prosat Rerim Madiun. Ada narasumber kami Bapak Andreas Moro Kusum Broto, S. M.Si. si, dosen Fakultas Ekonomi UNMUN. Selamat sore, Pak Andri. Selamat sore, Mbak. Kabar sehat ya, Pak Andri? Ya, alhamdulillah sehat. Alhamdulillah sehat, Pak Andri. Sore hari ini pembahasannya berkaitan dengan ekonomi digital, era AI, transformasi, akuntansi, dan pengelolaan keuangan. Ini seperti apa mungkin di era sekarang bisa disampaikan dulu ke pendengar dan juga pemirsa berkaitan dengan tema kita sore hari ini sebagai pembuka. Silakan, Pak Andri. Oke, selamat sore buat pendengar RRI Pro 1. Selamat sore juga Mbak Nindi. Emm eh mungkin saya akan mengawali dengan ekonomi digital. Kalau kita ngomongin ekonomi digital sebenarnya kita sudah ee sudah sering mendengar kata-kata eh Kris, kemudian mobile banking, kemudian ee apa aktivitas ekonomi yang lainnya. Nah, awal dari situ sebenarnya dimulai dari penggunaan internet itu sudah mulai ee apa namanya? Ada mobile banking, ada segala macam. Nah, di sini kalau di tema ini transformasi ee akuntansi dan pengelolaan keuangan. Heeh. Jadi ee dari awalnya ee apa namanya? akuntansi yang mulanya awal pencatatan keuangan yang mana dengan menggunakan ee kertas, dengan menggunakan ee buku segala macam. Nah, ini sudah disederhanakan dengan menggunakan ee mungkin aplikasi atau software segala macam. Nah, apalagi ditambah lagi ini ee dengan era AI, AI di mana ee di dalam software tersebut ada mungkin kalau sudah yang pernah ee memakai software tersebut biasanya ee di depan itu ada seperti apa? Insight ya, inside bisnisnya. Jadi dalam periode ini bulan ini ini penjualannya berapa di bulan ini ee apa namanya? Mungkin biayanya berapa. Nah, di situ ee akan bisa tampil atau bisa nampak. Nah, itu gunanya manusia untuk membaca membaca data, membaca data yang disampaikan oleh atau ditampilkan oleh AI tersebut. Nah, ee di era AI ini manusia dituntut untuk ee istilahnya ee jangan takut dengan kemunculan AI karena AI adalah salah satu alat bantu. Alat bantu untuk mempermudah pekerjaan kita. Jadi jangan takut untuk ee apa namanya? Aduh udah ada software, udah ada ee AI, akuntansi tugasnya apa? Enggak laku dong. Bukan bukan gitu juga. Karena ee itu ee semata-mata adalah membantu pekerjaan ee di bidang akuntansi. Mungkin itu. Oke. Di era ekonomi digital sendiri ee Bapak bagaimana berkaitan dengan provinsi ee untuk jurusan akuntansi sendiri? Apakah juga ada perkembangan-perkembangan yang ee membuat mungkin prospek pekerjaannya di kemudian hari ini lebih berkembang lagi berkaitan dengan akuntansi? Silakan. Iya, Mbak Nindi. Ini yang menarik kita bahas. Ee mungkin beberapa tahun terakhir ee ee ada ada pandangan bahwa ee mau apa sih akuntansi udah udah pekerjaannya sudah digantikan oleh sistem. Heeh. Pekerjaannya sudah digantikan oleh ee software istilahnya gitu. Nah, ee jangan salah ee pekerjaan ee maaf ee pekerjaan ee akuntansi profesinya akan berkembang. Enggak cuman nginput debit kreditnya saja, tapi bisa jadi analis program kan. Ee belum tentu semua perusahaan menggunakan software yang sama. barangkali dia men-develop atau membangun programnya masing-masing disesuaikan dengan kebutuhan atau kalau memang memang ee dia punya ee dana untuk membeli software yang sudah ada ya pakai software yang sudah ada. Cuman ee apa namanya? Ada saya boleh bilang lagi pekerjaan akuntansi akan skill-nya akan nambah, kemampuannya akan nambah. Selain ee ada pengetahuan nginput ee debit kredit, ada tambahan lagi analis program, ada analis ee analis laporan keuangan seperti itu, analis kredit, analis resiko juga. Karena ee kalau kita pakai mm software, nah itu ada macamnya nih. Sekarang ee kalau dulu software-nya itu harus diinstal di ee apa namanya? di PC atau di komputernya. Tapi sekarang ada yang sistemnya basisnya cloud atau di interup akses website-nya terus kemudian kita input nanti database-nya ada di ada di pihak ee di cloud-nya itu. Cuman ee ya itu tadi mm bukan kelemahan sih ee ada plus minusnya lah. Kalau plusnya lebih gampang diakses, enggak perlu di-instal, itu memudahkan. cuman ee apa namanya? data kita ada di ada di pihak ketiga. Nah, itu itu sih ee resikonya di situ. Pihak ketiga kalau kita misal langganannya sudah habis berarti kan kita enggak bisa ngakses. Cuman ada ada cara untuk me meinimalisir resiko itu. kita cetak dulu, kita cetak dokumen kita istilahnya download dokumennya kita simpan di ee drive kita supaya untuk memudahkan jika nantinya kita butuh data tersebut kita tinggal buka, kita tinggal kita tinggal ee lihat atau cetak segala macam mungkin itu. Oke, berarti ee di balik efek mungkin ya salah satu tadi mungkin dampak negatifnya begitu ya, Pak ya. ini ada sudah ada solusinya yang memang bisa dilakukan yaitu dengan cara men-download dulu atau mengunduh beberapa dokumen yang memang penting dan habis dibuat di AI tadi. Kemudian setelah itu ee bisa juga mencetaknya dengan fisik kalau misalkan memang tidak memiliki ruang untuk menyimpan data-datanya. Iya. Apalagi yang ee ee biasanya di sini kan lebih ee apa ya istilahnya? Kita kan di Madiun anggap aja ee pengusaha atau UMKM-nya lagi meningkat. Nah, itu kita harus mengawalinya dengan ee pencaratan keuangan yang teratur atau yang baik. Nah, biasanya enggak apa ya ee biasanya software itu kan mahal. Kadang mereka ee istilahnya bukannya enggak mau, tapi kadang kan ada pertimbangan juga ee biaya terlalu mahal segala macam, harus langganan segala macam. Nah, itu kan ee menjadi bahan pertimbangan juga. Nah, kita banyak kok ada yang gratisan, ada yang ada yang berbayar tergantung tinggal pilih aja mau mau mau software yang mana. Nah, terus kalau digabungkan dengan AI-nya, nah itu tadi ee di dalam software tadi yang saya sebutkan di awal, di dalam software-nya misalnya saya sebut ee ada salah satu software keuangan itu di halaman depannya itu ada resume resume laporan keuangannya aja. Jadi pendapatannya ada berapa? Ee misal hartanya ada berapa, terus kemudian asetnya ada berapa. Di situ ada dirangkum di depan. Nah, em pasti kan yang punya usaha dia pengin tahu nih ee untung saya berapa sih, terus kemudian ee apa biaya yang saya keluarkan berapa sih? Mungkin ee omsetnya gede meningkat tiap tiap tiap bulan atau tiap tahun meningkat. Tapi kok keuntungan saya kecil ya. Nah, itu yang ee apa kita harus bisa membaca data kenapa nih kok bisa gini. Nah, itu itu bisa kita minta bantuan AI untuk untuk menganalisanya. Tapi keputusan akhir ee untuk ke depannya oh oke ee ee apa keuntungan saya menurun, ada biaya-biaya ini yang meningkat. Nah, manakah biaya yang harus saya minimalisir? manakah apakah saya harus menaikkan harga jual? Nah, itu itu kita bisa minta minta bantuan AI untuk untuk me me menjelaskan opsinya apa saja. Tapi keputusan finalnya tetap perlu bantuan manusia. Manusia, fungsi manusia tetap ada di situ. Tetap ada begitu ya. Berarti eh dari E sendiri ini pelaku usaha bisa meminta meminta beberapa saran untuk ke depannya bagaimana begitu, Pak atau bagaimana. Iya betul. Heeh. Kita bisa ya banyaklah AI yang kita tahu. Ada CGBT, ada cloud, ada ada blackbox dan segala macam bisa pakai dengan mudah. Jadi ee jangan takut dengan teknologi yang ada. Cuman enggak perlu teknologi yang canggih, tapi gimana kita caranya memaksimalkan teknologi yang ada sesuai dengan kebutuhan kita. Enggak perlu AI yang canggih, tapi kita gunakan secara maksimal apa yang kita bisa gitu sih. Oke. Yang ada dan juga yang bisa dilakukan begitu ya. Dan eh Pak Andri tadi sempat disinggung soal UMKM yang mana UMKM ini biasanya eh tadi ya ee keterbatasan mungkin beberapa informasi berkaitan dengan AI ini seperti apa sih dan bagaimana cara penggunaannya untuk membuat pencatatan keuangan. Karena kan kadang ada beberapa prom ataupun ee cara untuk meminta ini kadang beda-beda dan hasilnya juga beda-beda begitu, Pak. Bagaimana? Apakah ada tipsnya untuk mungkin ee teman-teman di rumah yang memang masih belum mengerti dan baru hendak memulai? Silakan. Iya. Ee sebenarnya pencalatan keuangan kalau yang ee sederhana sebenarnya bisa dicatat dicatat di secara manual. Cuman ee untuk memudahkan itu aja sih, memudahkan para pelaku UMKM kan dia sudah capek dengan ee saya jualan kemudian saya yang mengatur istilahnya mengatur keuangannya segala macam. Nah, ee menggunakan aplikasi itu memudahkan mereka. Tapi ee jangan semata-mata ee istilahnya ee jangan pakai AI kalau data keuangannya enggak enggak ada gitu atau enggak teratur. Heeh. Kan enggak ada gunanya. Jadi ee gini gini gini saya mau saya mau bilang gini deh ee kalau laporan keuangannya nyatatnya enggak rapi atau enggak teratur, AI pun mau kita tolong tanya misal nih bulan ini saya mencatat lengkap bulan ini bulan bulan September bulan Agustus kemarin saya catatannya bolong-bolong ee catatan penjualan saya bolong-bolong pasti kalau akan kita ngasih prom misal ke AI untuk tolong ee ee bikin ee apa namanya ee insight resume dari data penjualan saya. Kan mereka akan memberikan jawaban atas dasar data yang saya kasih. Sedangkan data yang saya kasih adalah tidak tidak full atau tidak lengkap. Karena ada beberapa mungkin b